Welcome! This is a website that everyone can build together. It's easy!

Petunjuk Penggunaan Senior Biofertilizer HomeThis is a featured page

PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA TANAMAN PADI

A. Pengaktifan Senior Biofertilizer
· Campurkan 1 ltr Senior Biofertilizer + 30-40 liter air
· Diaduk sampai merata
· Larutan siap digunakan
B. Persiapan Lahan
· Sebarkan biomasa (rumput-rumputan, sisa-sisa biomasa daun, batang padi) secara merata pada lahan.
· Siramkan secara merata larutan Senior Biofertilizer yang telah dilarutkan.
· Senior Biofertilizer yang diilarutkan sebanyak 150 liter/ha (5 liter Senior Biofertilizer) sebagai pemupukan pertama
· Lahan dibajak, digaru, dan siap ditanami
C. Perawatan atau Pemeliharaan
· Satu bulan (pemupukan kedua) setelah penanaman siramkan Senior Biofertilizer yang telah dilarutkan sebanyak 150 ltr/ha (5 liter Senior Biofertilizer)
· Dua bulan (pemupukan ketiga) setelah penanaman siramkan Senior Biofertilizer yang telah dilarutkan sebanyak 150 ltr/ha (5 liter Senior Biofertilizer)
· Pupuk anorganik sudah bisa tidak dipakai

Keuntungan Senior Biofertilizer dalam menanam padi:
· Pemakaian pupuk anorganik (Urea, TSP, KCl, dll) dapat ditinggalkan
· Dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan jalan memperbaiki struktur tanah dan mengoptimalkan mikroba yang bekerja dalam tanah.
· Ramah terhadap lingkungan.
· Meningkatkan hasil panen.
· Jumlah anakan padi rata-rata 33-34 anakan/rumpun
· Masa panen 10 hari lebih cepat.



PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA TANAMAN JAGUNG
No TAHAPAN DOSIS WAKTU
A. Pengaktifan Senior Biofertilizer
" Campurkan 1 liter air Senior Biofertilizer dalam 20 liter air + 0,5 kg NPK, sampai larut
" Larutan siap digunakan
Setiap kali akan diaplikasikan



B. Persiapan Lahan
1. Lahan dibajak atau dicangkul kemudian ditambahkan pupuk kandang atau kompos atau biomassa lainnya.
2. Siram dengan larutan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan menjadi + 25 lt per ha. Disarankan untuk ditambah air 200-400 lt agar lebih merata dalam aplikasinya.
3. Biarkan selama 3-5 hari sebelum ditanami.
4. Jika menggunakan pupuk majemuk lengkap (PMLT), aplikasikan pada saat penanaman (maksimal 7 hari setelah tanam.

4 liter/ha
Sebelum penanaman
C. Perawatan atau Pemeliharaan
1. Campurkan 1 liter larutan Senior Biofertilizer dalam + 20 liter air
2. Larutkan campuran yang telah diaktifkan dalam air dengan perbandingan 1 liter campuran dalam + 25 liter air.
3. Siramkan larutan pada daerah perakaran dan daun.
4. Gunakan pupuk kimia/anorganik sebanyak 50% dari yang biasa dipakai.
1 liter/ ha


Umur 1 bulan dan tiap 2 minggu


D. Keuntungan penggunaaan Senior Biofertilizer dalam menanam Jagung:
1. Menurunkan pemakaian pupuk anorganik/kimia (misal: Urea, TSP, KCL, dll) sebanyak 50 % dari penggunaan sebelumnya. Pemakaian setelah 2-3 kali, pengurangan pupuk anorganik 75 %
2. Dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan jalan memperbaiki struktur, tekstur tanah dan mengoptimalkan mikroba yang bekerja dalam tanah.
3. Ramah terhadap lingkungan.
4. Meningkatkan hasil panen.


PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA TANAMAN KENTANG/CABE/BAWANG

No TAHAPAN DOSIS WAKTU

A.
Pengaktifan Senior Biofertilizer
" Campurkan 1 liter air Senior Biofertilizer dalam 20 liter air + 0,5 kg NPK sampai larut
" Larutan siap digunakan

B. Persiapan Lahan
1. Lahan dibajak atau dicangkul (diusahakan selalu menggunakan kompos minimal 2 ton/ha)
2. Siram dengan larutan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan sebanyak 80-100 L per ha. Disarankan untuk ditambah air 100- 200 L agar lebih merata dalam aplikasinya.
3. Biarkan selama 3 - 5 hari, untuk kemudian ditanami.

5 liter Bio-/ha
Sebelum penanaman
C. Perawatan atau Pemeliharaan
1. Setelah selesai penanaman Siram dengan larutan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan sebanyak 100 per ha. Disarankan untuk ditambah air 100- 200 L agar lebih merata dalam aplikasinya.
2. Setelah satu bulan penanaman Siram dengan larutan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan sebanyak 100 per ha. Disarankan untuk ditambah air 100- 200 L agar lebih merata dalam aplikasinya.
3. Setelah 2 (dua) bulan penanaman Siram dengan larutan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan sebanyak 80 per ha. Disarankan untuk ditambah air 100- 200 L agar lebih merata dalam aplikasinya.
4. Gunakan pupuk kimia/ anorganik sebanyak 50 % dari yang biasa dipakai.

5 liter Bio-/ ha



5 liter Bio-/ ha




5 liter Bio/ ha
Setelah selesai penanaman


Setelah
1 bulan penanaman


Setelah
2 bulan penanaman
D. Keuntungan penggunaaan Senior Biofertilizer dalam menanam Kentang:
1. Menurunkan pemakaian pupuk anorganik/kimia (misal: Urea, TSP, KCL, dll ) sebanyak 50 % dari penggunaan sebelumnya.
2. Dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan jalan memperbaiki struktur ,tekstur tanah dan mengoptimalkan mikroba yang bekerja dalam tanah.
3. Ramah terhadap lingkungan.
4. Meningkatkan hasil panen.

PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA TANAMAN KOL/SAWI
No TAHAPAN DOSIS WAKTU

A. Pengaktifan Senior Biofertilizer
" Campurkan 1 liter air Senior Biofertilizer dalam 20 liter air + 0,5 kg NPK, sampai larut
" Larutan siap digunakan



B. Persiapan Lahan
1. Lahan dibajak atau dicangkul (diusahakan selalu menggunakan kompos minimal 2 ton/ha
2. Siram dengan larutan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan (5 L Senior Biofertilizer + 2 kg NPK dalam ± 20 L air) per ha.
Untuk memudahkan pemerataan larutan aktif agar ditambahkan air secukupnya, mis: 100 - 200 L sebelum diaplikasikan.
3. Diamkan selama 3 - 5 hari, untuk kemudian ditanami. 5 liter Bio- /ha Sebelum penanaman
C. Perawatan atau Pemeliharaan
1. Setelah selesai penanaman siramkan larutan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan ( 5 liter Senior Biofertilizer + 2 kg NPK dalam 20 L air). Agar mudah diaplikasikan ke areal, larutan aktif dicampur 100 - 200 L air (secukupnya).
2. Siramkan larutan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan ( 5 liter Senior Biofertilizer + 2 kg NPK dalam 20 L air). Agar mudah diaplikasikan ke areal, larutan aktif dicampur 100 - 200 L air (secukupnya) setelah umur 1 bulan.
3. Siramkan larutan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan ( 5 liter Senior Biofertilizer + 2 kg NPK dalam 20 L air). Agar mudah diaplikasikan ke areal, larutan aktif dicampur 100 - 200 L air (secukupnya) setelah umur 2 bulan
4. Gunakan pupuk kimia/ an organik sebanyak 50 % dari yang biasa dipakai.

5 liter Bio-/ ha



5 liter Bio-/ ha




5 liter Bio- / ha
Setelah selesai penanaman
Setelah

1 bulan penanaman



Setelah
2 bulan penanaman
D. Keuntungan penggunaaan Senior Biofertilizer dalam menanam Kol / Sawi:
1. Menurunkan pemakaian pupuk an organik/kimia (mis: Urea, Tsp, Kcl, dll) sebanyak 50 % dari penggunaan sebelumnya.
2. Dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan jalan memperbaiki struktur, tekstur tanah dan mengoptimalkan mikroba yang bekerja dalam tanah.
3. Ramah terhadap lingkungan.
4. Meningkatkan hasil panen.


PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA TANAMAN TEH 1 HA

No TAHAPAN DOSIS WAKTU
A. Pengaktifan Senior Biofertilizer
" Campurkan 5 liter Senior Biofertilizer dalam 25-50 liter air + 2,5 kg NPK
" Diamkan minimal selama minimal 5 jam.
" ( satu malam ).
" Tambahkan 200 Liter air untuk memudahkan penyiraman tanaman teh.
" Larutan siap digunakan


Setiap kali diaplikasikan




B. Aplikasi ke Tanaman
1. Siramkan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan ke sekitar daerah perakaran tanaman atau pada tebaran pupuk kandang/kompos/serasah hasil pangkasan
2. Sebagian kecil Senior Biofertilizer kemudian disemprotkan ke daun dengan menggunakan sprayer.


5 liter Bio-/ Ha



Tiap 3 bulan, terutama waktu pemberian pupuk kandang/ kompos.
C. Keuntungan penggunaaan Senior Biofertilizer pada tanaman teh :
1. Menurunkan pemakaian pupuk anorganik/kimia (misal: Urea, TSP, KCL) sebanyak 50 % dari penggunaan sebelumnya. Dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan jalan memperbaiki struktur, tekstur tanah dan mengoptimalkan mikroba yang bekerja dalam tanah.
2. Ramah terhadap lingkungan.
3. Meningkatkan hasil panen.

D.
SARAN :
1. Untuk mendapatkan hasil yang optimal penggunaan pupuk kandang ataupun kompos sebaiknya diaplikasikan dengan Senior Biofertilizer.
2. Waktu penyemprotan, harus dipastikan sprayer yang digunakan benar-benar bersih dari pestisida (cuci dengan sabun colek, jangan deterjen)



PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA TANAMAN CENGKEH 1 HA (+ 100 BATANG)

No TAHAPAN DOSIS WAKTU
A. Pengaktifan Senior Biofertilizer
" Campurkan 5 liter Senior Biofertilizer dalam 25-50 liter air + 2,5 kg NPK
" Diamkan minimal selama minimal 5 jam.
" ( satu malam ).
" Tambahkan 200 Liter air .
" Larutan siap digunakan


Setiap kali diaplikasikan




B. Aplikasi ke Tanaman
1. Colokkan kedalam tanah di sekitar daerah perakaran tanaman dengan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan sebanyak + 1 - 1,5 liter perpohon.
2. Sisa Senior Biofertilizer kemudian disemprotkan ke daun dengan menggunakan sprayer. Jika campurannya menggunakan NPK/urea, setelah penyemprotan sebaiknya disemprot ulang dengan air bersih.


5 liter Bio-/ Ha


Tiap 3 bulan, terutama waktu pemberian pupuk kandang/ kompos
C. Keuntungan penggunaaan Senior Biofertilizer pada tanaman cengkeh:
1. Menurunkan pemakaian pupuk anorganik/kimia (misal: Urea, TSP, KCL) sebanyak 50 % dari penggunaan sebelumnya. Dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan jalan memperbaiki struktur, tekstur tanah dan mengoptimalkan mikroba yang bekerja dalam tanah.
2. Ramah terhadap lingkungan.
3. Meningkatkan hasil panen.


D.
SARAN:
1. Untuk mendapatkan hasil yang optimal penggunaan pupuk kandang ataupun kompos sebaiknya diaplikasikan dengan Senior Biofertilizer.
2. Waktu penyemprotan, harus dipastikan sprayer yang digunakan benar-benar bersih dari pestisida (cuci dengan sabun colek, jangan deterjen)



PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA TANAMAN ANGGUR

No
TAHAPAN
DOSIS WAKTU
A. Pengaktifan Senior Biofertilizer
" Campurkan 1 liter Senior Biofertilizer dalam 50 liter air + 0.5 kg NPK/ Urea
" Diamkan selama minimal 5 jam (1 malam)

B. Persiapan lahan 10 liter Bio-/ Ha Sebelum
" Siapkan lubang tanam dengan ukuran sesuai kebiasaan setempat, misalnya: panjang x lebar x kedalaman: (1 x 1 x 1) m atau (0.5 x 0.5 x 0.5) m Penanaman
" Ukur pH tanah bekas galian dengan kertas lakmus. Jika kurang dari 6.5 campurkan kapur tohor untuk membantu menetralisir keasaman. Jumlah kapur tohor yang diperlukan 1 kg per lubang. Diamkan selama 2 minggu.
" Masukkan biomassa (daun-daunan dan pupuk kandang) sebanyak 1/3 volume lubang tanam. Siramkan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan secukupnya. Dosis yang diperlukan 500 liter/ Ha. Untuk memudahkan penyiraman Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan bisa diencerkan lagi dengan air seperlunya.
" Aduk biomassa yang telah diproses dengan tanah galian secara merata. Diamkan selama 1 minggu.
" Lubang tanam siap untuk ditanami.

C. Perawatan tanaman
" Tiap 6 bulan siramkan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan sebanyak 500 liter/ Ha. Untuk memudahkan penyiraman Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan bisa diencerkan lagi dengan air seperlunya. 10 liter Bio-/ Ha 1 bulan setelah panen
" Kurangi penggunaan pupuk anorganik (Urea, TSP dan KCL) sebanyak 25 % dosis yang biasa digunakan.



PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA TANAMAN KEDELAI
No TAHAPAN DOSIS WAKTU
A. Pengaktifan Senior Biofertilizer
" Campurkan 1 liter air Senior Biofertilizer dalam 20 liter air + 0,5 kg NPK/ Urea.
" Diamkan selama semalam (min. 5 jam)
" Larutan siap digunakan Setiap kali akan diaplikasikan
B. Persiapan Lahan
1. Lahan dibajak atau dicangkul kemudian ditambahkan pupuk kandang atau kompos atau biomassa lainnya.
2. Siram dengan larutan Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan menjadi 25 lt per ha. Disarankan untuk ditambah air 200-400 lt agar lebih merata dalam aplikasinya.
3. Biarkan selama 3-5 hari, sebelum ditanami.
4. Jika menggunakan pupuk majemuk lengkap tablet (PMLT), aplikasikan pada saat penanaman (maks. 7 hari setelah tanam)
4 liter Bio-/ha
Sebelum penanaman
C. Perawatan atau Pemeliharaan
1. Campurkan 1 liter air Senior Biofertilizer dalam 20 liter air + 0,5 liter pupuk organik cair.
2. Diamkan selama semalam (min. 5 jam)
3. Larutkan campuran yang telah diaktifkan dalam air dengan perbandingan 1 liter campuran dalam 25 liter air.
4. Siramkan larutan pada daerah perakaran dan daun.
5. Gunakan pupuk kimia/ anorganik sebanyak 50 % dari yang biasa dipakai.
1 liter Bio-/ ha sebanyak 4 kali

Umur 4 minggu dan kemudian tiap 2 minggu


D. Keuntungan penggunaan Senior Biofertilizer untuk Kedelai
1. Menurunkan pemakaian pupuk anorganik/kimia (misal: Urea, TSP, KCL, dll ) sebanyak 50 % dari penggunaan sebelumnya.
2. Dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan jalan memperbaiki struktur, tekstur tanah dan mengoptimalkan mikroba yang bekerja dalam tanah.
3. Ramah terhadap lingkungan.
4. Meningkatkan hasil panen.
E. Penting untuk diperhatikan
1. Kocok Senior Biofertilizer sebelum digunakan.
2. Segera tutup Senior Biofertilizer jika masih ada sisa.
3. Jika penyiraman dilakukan dengan sprayer, cuci sprayer hingga sangat bersih dengan menggunakan sabun colek (bukan deterjen), agar mikroba tidak mati terkena pestisida

PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA KACANG TANAH


I. Persiapan Lahan

" Lahan dibajak atau dicangkul
" Siram merata dengan Senior Biofertilizer yang sudah diaktifkan sebesar ± 1000 Liter/Ha. (10 L Senior Biofertilizer Larutan induk yang diaktifkan dalam 1000 L air + 1 kg NPK dilarutkan dan diperam selama 1 malam).
" Biarkan 3 hari
" Kemudian lahan digaruh merata untuk siap ditanami

II. Penanaman Kacang Tanah

" Penanaman dilakukan dengan membuat lubang-lubang dari tongkat dengan kedalaman 3-5 cm dan dimasukkan biji kacang 1-2 buah pada masing-masing lubang dan ditutup dengan tanah.

III. Pemupukan Dasar

" Pada masing-masing dekat lubang tanaman diberikan segenggam pupuk kompos.
" Kemudian siram dengan Senior Biofertilizer pada masing-masing lubang tanaman, kira-kira total sebanyak 500 Liter Senior Biofertilizer aktif/Ha.
" (5 L Senior Biofertilizer induk + 5 kg NPK dilarutkan dan diperam selama 1 malam)

IV. Pemupukan Pemeliharaan

" Penyiraman ke-tiga Senior Biofertilizer dilakukan setelah umur 1 bulan pada masing-masing tanaman, sebanyak 500 Liter Senior Biofertilizer aktif/Ha.
" (5 L Senior Biofertilizer induk + 5 kg NPK dilarutkan dan diperam selama satu malam).


PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA TANAMAN JAHE


I. SENIOR BIOFERTILIZER yang diperlukan 20 liter per ha

II. Pemakaian dilakukan pada saat :
" Pengolahan lahan : 8 liter
" Umur 1 bulan : 4 liter
" Umur 3 bulan : 4 liter
" Umur 5 bulan : 4 liter
Pemakaian ini bisa dilakukan dengan hasil yang lebih baik pada saat setelah pemupukan dilakukan.

III. Cara pemakaian sebagai berikut :

1. Pengolahan lahan
" Campurkan / diaduk Senior Biofertilizer 8 liter dengan NPK 4 kg ditambah air secukupnya (misal: ± 20 l ) didiamkan 5 jam / 1 malam kemudian disiramkan ke lahan / pupuk kandang yang digunakan.
" Untuk memudahkan penyiraman encerkan campuran tersebut dengan air yang cukup (± 300 l)

2. Umur 1 (satu) bulan
" Campurkan / diaduk Senior Biofertilizer 4 liter dengan NPK 2 kg ditambah air secukupnya (misal: ± 10 l ) didiamkan 5 jam/ 1 malam kemudian disiramkan ke lahan / pupuk kandang yang digunakan.
" Untuk memudahkan penyiraman encerkan campuran tersebut dengan air yang cukup (± 300 l)

3. Umur 3 (tiga) bulan
" Campurkan / diaduk Senior Biofertilizer 4 liter dengan NPK 2 kg ditambah air secukupnya (misal: ± 10 l)
" Didiamkan 5 jam / 1 malam kemudian disiramkan ke lahan / pupuk kandang yang digunakan.
" Untuk memudahkan penyiraman encerkan campuran tersebut dengan air yang cukup (± 300 l)

4. Umur 5 (lima) bulan
" Campurkan / diaduk Senior Biofertilizer 4 liter dengan NPK 2 kg ditambah air secukupnya (misal: ± 10 l) didiamkan 5 jam / 1 malam kemudian disiramkan ke lahan / pupuk kandang yang digunakan.
" Untuk memudahkan penyiraman encerkan campuran tersebut dengan air yang cukup (± 300 l)


PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA BUDIDAYA KELAPA SAWIT


1. Perendaman Biji

" Biji dicuci air bersih.
" Satu Liter Senior Biofertilizer diencerkan ± 10 liter air (atau secukupnya) untuk 1.000 biji kelapa Sawit.
" Perendaman biji kelapa sawit selama 6 - 7 hari.
" Biji siap dikecambahkan.

Manfaat perendaman biji kelapa Sawit
" Daya kecambah meningkat
" Mengurangi resiko kegagalan perkecambahan
" Menghasilkan bibit lebih sehat
" Perkecambahan yang lebih cepat
" Mengurangi serangan bakteri dan jamur patogen

2. Pre nursery / pra pembibitan

" Senior Biofertilizer diaktifkan dengan mencampurkan 1 liter Senior Biofertilizer dengan 20 liter air +. 0,5 kg NPK.
" Campurkan secara merata dalam media / tanah yang digunakan dalam polybag (15 X 23 cm) untuk 1.000 bibit /polybag.

Manfaat:

" Mengurangi tingkat mortalitas / kematian
" Memperbaiki media tanaman dalam polybag

3. Nursery / Pembibitan

" Aktifkan 1 liter Senior Biofertilizer dalam 20 liter air
" Aduk sampai merata
" Campurkan 20 liter Senior Biofertilizer yang telah diaktifkan kedalam media untuk 100 batang bibit/Polybag/(40 cm x 50 cm)

Manfaat:

" Bibit kelapa sawit lebih sehat
" Pupuk NPK bisa tidak digunakan
" Meningkatkan diameter batang, tinggi tanaman, jumlah pelepah daun
" Mengurangi defisiensi unsur mikro




4. Tanaman Belum Menghasilkan

" Aktifkan 5 liter Senior Biofertilizer dengan cara dicampur dalam 50 liter air (secukupnya agar penggunaan dapat merata)
" Gunakan larutan Senior Biofertilizer diatas untuk 1 ha / 143 batang kelapa sawit (1 ha = 5 liter Senior Biofertilizer)
" Aplikasi dilakukan 2 kali dalam setahun sebaiknya pada bulan Oktober (mulai musim hujan) dan Maret (akhir musim hujan).
" Pada tanah-tanah yang kandungan bahan organiknya sudah dibawah 3 %, lebih baik jika aplikasi dilakukan bersamaan dengan pemberian bahan organik.

Manfaat:

" Mengurangi penggunaan Urea, TSP dan MOP sebanyak 50% dari penggunaan semula.
" Meningkatkan jumlah pelepah dan lebar canopy / daun
" Penyerapan unsur hara lebih banyak.
" Meningkatkan ketersediaan air pada musim kering.

5. Tanaman Sawit Menghasilkan

" Aktifkan 5 liter Senior Biofertilizer dengan cara dicampur dalam 50 liter air ( secukupnya agar penggunaan dapat merata )
" Gunakan larutan Agri Simba diatas untuk 1 ha / 143 batang kelapa sawit ( 1 ha = 5 liter Senior Biofertilizer )
" Penggunaan pupuk Urea, TSP dan MOP dikurangi 50% dari penggunaan yang biasa dilakukan.
" Aplikasi dilakukan 2 kali dalam setahun sebaiknya pada bulan Oktober (mulai musim hujan) dan Maret (akhir musim hujan).
" Pada tanah-tanah yang kandungan bahan organiknya sudah dibawah 3 %, lebih baik jika aplikasi dilakukan bersamaan dengan pemberian bahan organik.

Manfaat:
" Meningkatkan efisiensi pemupukan.
" Mengurangi biaya pemupukan.
" Mengurangi aborsi pada bunga.


PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
PADA TANAMAN JATI (1 ha)

1. Perendaman Biji
" Biji dicuci air bersih
" Satu Liter Senior Biofertilizer diencerkan ± 10 liter air (atau secukupnya) untuk 500 biji jati
" Perendaman biji jati selama 6 - 7 hari.
" Biji siap dikecambahkan

Manfaat perendaman biji Jati Emas:
" Daya kecambah meningkat
" Mengurangi resiko kegagalan perkecambahan
" Menghasilkan bibit lebih sehat
" Perkecambahan yang lebih cepat
" Mengurangi serangan bakteri dan jamur patogen

2. Nursery / Pembibitan
" Senior Biofertilizer diaktifkan dengan mencampurkan 1 liter Senior Biofertilizer induk dengan 0,5 kg NPK dalam 20 liter air (secukupnya)
" Diamkan minimal 5 jam.
" Campurkan secara merata dalam media / tanah yang digunakan dalam polybag untuk 250 bibit /polybag.

Manfaat:
" Mengurangi tingkat mortalitas / kematian
" Memperbaiki media tanaman dalam polybag
" Bibit kelapa sawit lebih sehat
" Penggunaan pupuk NPK (atau pupuk lainnya) dikurangi hingga 50%
" Meningkatkan diameter batang, tinggi tanaman, jumlah daun
" Mengurangi defisiensi unsur mikro

3. Tanaman di Lapangan
" Aktifkan 5 liter Senior Biofertilizer dengan cara dicampur dalam 20 liter air (secukupnya agar penggunaan dapat merata) dan 2,5 kg NPK
" Diamkan minimal selama 5 jam
" Untuk memudahkan pemakaian di lapangan, encerkan 20-liter yang aktif dengan air secukupnya sehingga bisa merata diaplikasikan ke semau tanaman dengan menyiram disekitar tanaman.
" Aplikasi dilakukan dua kali dalam setahun.

Manfaat:
" Mengurangi penggunaan Urea, TSP dan MOP atau lainnya sebanyak 50% dari penggunaan semula.
" Penyerapan unsur hara lebih banyak.
" Meningkatkan ketersediaan air pada musim kering.
" Pemberian dilakukan 2 kali dalam setahun sebaiknya pada bulan Oktober (mulai musim hujan) dan Maret (akhir musim hujan).

PETUNJUK PENGGUNAAN SENIOR BIOFERTILIZER
UNTUK TANAMAN KARET


1. Membuat Kompos dengan Senior Biofertilizer
Bahan:
- Senior Biofertilizer 1 liter
- Urea 250 gr
- Air 50 liter
- Dedak 1 kg
- Limbah daun-daunan / seresah 500 kg
(yang sudah dipotong-potong 3-5 cm)

Cara Pembuatan:
" Larutkan Senior Biofertilizer dan urea ke dalam 50-liter air. Diamkan selama semalam.
" Taburkan dedak secara merata pada limbah daun-daunan.
" Siramkan larutan Senior Biofertilizer pada limbah daun-daunan sampai basah merata.
" Tutup plastik, diaduk 3 hari sekali.
" Setelah 5 - 7 hari, pupuk kompos siap digunakan.

2. Untuk Persemaian
" Pengaktifan Senior Biofertilizer:
Larutkan 5 lt Senior Biofertilizer + 1 kg urea + ke dalam 500 lt. Diamkan selama minimal 5 jam.

" Lahan yang digunakan untuk penyemaian tanaman, sebelumnya diolah dengan Senior Biofertilizer. Disiram merata dengan Senior Biofertilizer yang sudah diaktifkan menjadi ± 500 liter/Ha
" Takaran penggunaan Pupuk hijau pada lahan semai tersebut adalah seperti biasa, tetapi penggunaan pupuk buatan (anorganik) dikurangi takarannya menjadi 50-60% dari biasanya.
" Aplikasi Senior Biofertilizer berikutnya dilakukan satu kali setiap dua bulan, sebanyak 500 liter Senior Biofertilizer Aktif/Ha.
" (5 L Senior Biofertilizer larutan induk + 1 kg NPK dilarutkan dalam 500 liter air dan diamkan selama 1 malam).

3. Penggunaan Senior Biofertilizer untuk Penanaman Awal di Lapangan

" Siapkan lubang-lubang tanaman
" Masukkan 1 bagian pupuk hijau dan 2 bagian tanah ke dalam lubang dan dapat ditambahkan zeolit (untuk pertanian) 5-10% dari volume pupuk hijau.
" Campurkan merata pupuk hijau, tanah dan zeolit di dalam lubang
" Siram dengan Senior Biofartilizer aktif ± 5 liter per lubang. Siap untuk ditanami.

4. Penggunaan Senior Biofertilizer untuk Pemeliharaan Tanaman Keras

" Penyiraman Senior Biofertilizer Aktif dapat dilakukan dengan mencolokkan kedalam tanah disekitar perakaran satu kali setiap 6 (enam) bulan, sebanyak 5 liter/pohon.
" (5 L Senior Biofertilizer induk + 1 kg NPK dilarutkan dalam 500 liter air dan diamkan selama 1 malam. Jadi larutan aktif ini dapat diaplikasikan untuk ± 100 tanaman).
" Pemberian pupuk buatan (anorganik) dapat diaplikasikan dengan takaran 25% dari biasanya.

Kami menjual produk diatas dengan harga distributor. Email kami di nosystem2@email.com untuk mengetahui lebih lanjut.









No user avatar
jirodz10
Latest page update: made by jirodz10 , Nov 16 2009, 2:52 AM EST (about this update About This Update jirodz10 Edited by jirodz10

3428 words added

view changes

- complete history)
Keyword tags: None
More Info: links to this page
There are no threads for this page.  Be the first to start a new thread.